Tuesday, December 9, 2014

15 Pertanyaan Tentang Crime Thriller dan Fiksi Detektif

By Ftrohx


Di bawah ini ada beberapa pertanyaan mengenai dunia crime thriller dan fiksi detektif, anda bisa memilih dan menuliskan alasannya.


1. Tokoh utama, pihak berwenang/pemerintahan atau detektif swasta?

Detektif swasta, mereka keren, mereka enterprenuer.

Dan siapa yang gak mau jadi enterprenuer, punya usaha sendiri, tidak ada tuntutan dari atasan, dan bisa melakukan hal-hal ajaib dengan begitu bebas.


2. Pilih kasus dengan teori konspirasi yang grande atau kasus pembunuhan sederhana?

Gw rada kecewa dengan buku Inferno-nya Dan Brown yang kemarin itu. Teori-nya memang bagus, tapi eksekusinya kacrut maksa.

Yah, belakangan ini gw lebih suka kasus pembunuhan yang sederhana. Motif cinta juga gak apapa, asal kayak Perfect Number-nya Om Keigo Higashino. Kasus pembunuhan yang sederhana namun dengan eksekusi yang brilliant. 


3. Kasus tunggal atau pembunuhan berantai?

Tentu saja, pembunuhan berantai.

Beberapa buku dengan kasus pembunuhan tunggal ntuh membuat gw boring, termasuk Cuckoo's Calling yang kemarin itu. Mereka selalu bertele-tele, mereka menuliskan apa yang tidak perlu, mewawancari para saksi satu per satu, tumpukan informasi yang tidak penting, kenapa gak langsung aja masuk deduksi.

Dan jujur, gw lebih suka Metropolis Sindikat 12 daripada Cuckoo's Calling, secara keseluruhan kasus Metropolis itu lebih asik daripada kasus kematian seorang model catwalk.


4. Pelaku tunggal atau kejahatan dengan berkomplot (gangster)?

Gw lebih suka pelaku tunggal, mereka cool mereka keren mereka mengerjakan hal yang orang lain tidak bisa lakukan.

Karena itu gw suka karakter seperti Mal'akh di Lost Symbol dan Beyond Birthday di LA BB Murder.


5. Apa motif pembunuhannya? Uang, kekuasaan, balas dendam, atau masalah cinta?

Seperti Aoyama Gosho, gw lebih suka pembunuhan karena masalah personal balas dendam, baik itu sakit hati karena kematian orang terdekat atau karena masalah cinta yang ditolak.


6. Pembunuhan di tempat umum/ruang terbuka atau pilih misteri kematian dalam ruang tertutup?

Aslinya gw adalah penggemar aksi laga, baru belakangan ini aja gw menikmati dunia fiksi detektif.

Pembunuhan di tempat umum itu keren terutama jika masuk ke genre action, sedangkan pembunuhan ruang tertutup, ini hal yang wajib dipelajari bagi penulis novel detektif.

Tapi untuk saat ini gw pilihan gw ke misteri ruang tertutup.


7. Tentang misteri ruang tertutup, menggunakan trik mekanik atau trik psikologis?

Gw nggak terlalu suka trik mekanik, agak susah dipraktekkan dan dijabarkan dengan tulisan, plus gw juga nggak bisa gambar.

Jadi pilihan gw adalah trik psikologi ruang tertutup.


8. Bagaimana cara korban terbunuh? Yang mana yang jadi favorit anda; tewas diracun, pukulan benda tumpul, benda tajam, atau ditembak dari jarak jauh, dan sebagainya?

Dari dulu, entah kenapa gw nggak suka kasus pembunuhan dengan racun. Rasanya kurang fair aja, racun rasanya bukan untuk gw. Sedangkan pistol, gw suka kasus Empty House-nya Sherlock Holmes.

Namun yang jadi favorit gw adalah kasus pembunuhan dengan benda tajam, mungkin karena gw nge-fans dengan Kenshi Himura ! Hahaha...


9. Tentang sang detektif, apakah dia punya keahlian khusus (batasan) atau bisa segalanya?

Gw suka detektif yang punya keahlian khusus, terutama detektif yang fokus pada satu bidang seperti Dr. Carl Lightman dan Detektif Galileo.

Mereka fokus pada bidangnya dan itu jauh lebih menyentuh pembaca daripada Superhero seperti Sherlock Holmes.


10. Tentang sang detektif, pilih asisten cewek atau cowok?

Gw lebih prefer cewek sih untuk jadi asisten, apalagi cewek cantik! Hahaha...


11. Tentang pelaku; pilih penjahat dengan karakter psikopat murni (era 90'an) atau karakter anti-hero (era 2000'an)?

Sebenarnya gw suka karakter anti-hero kayak Light Yagami, sayangnya setelah Death Note banyak orang yang menirunya, karakter penjahat anti-hero dan sampai thn 2010'an karakter seperti ini sudah jadi mainstream.

Dan rasanya gw pengen balik ke era 80'an - 90'an dengan penjahat yang murni psikopat, yang membunuh bukan karena prinsip atau filosofi, melainkan karena membunuh dan memakan orang memang kesenangannya.


12. Tentang pelaku; meninggalkan jejak simbol (gambar, dsb.) atau kode cipher (permainan sandi mengacak huruf dan angka)?

Gw lebih suka teka-teki simbol (gambar, dsb.) daripada kode cipher,

Teka-teki simbol itu asik, biasanya satu gambar satu kode bisa punya banyak arti, banyak makna, dan sang detektif mesti menemukan makna yang benar dari simbol tersebut.

Sedangkan teka-teki kode cipher (mengacak huruf dan angka) sampai sekarang gw masih belum mengerti ilmu kriptografi begituan! wkwkwkk...


13. Untuk kasus non-pembunuhan, lebih suka pencurian berlian atau kasus penipuan korporasi?

Gw lebih suka kasus penipuan korporasi, apalagi kalau filmnya dibuat kayak Wolf of the wallstreet atau Social Network.


14. Tentang klimaks, apakah perlu flashback atau tanpa flashback? Apakah berada dalam kondisi ekstrem di tempat ekstrem atau di rumah biasa?

Ciri khas dari fiksi detektif adalah klimaks dengan flashback, tapi gw lebih suka flashback seminim mungkin.

Gw juga lebih pilih pemecahan kasus dalam kondisi ekstrem di tempat yang ekstrem seperti di cerita Sherlock Holmes, Final Problem dimana sang detektif bertemu langsung dengan sang penjahat di air terjun raksasa. Itu benar-benar klimaks yang keren.


15. Kasus berakhir dengan sang penjahat mati, ditangkap polisi, atau cliff hanger?

Gw lebih suka ending dengan sang penjahat tewas, terutama ending-nya Death Note versi anime, ntuh termasuk brilliant buat gw.

.  .  .

No comments:

Post a Comment