Thursday, March 19, 2015

Sherlock Holmes dan Dunia Intelijen

By Ftrohx


Kita semua tahu bahwa Sherlock Holmes bukan sekedar detektif, dia lebih dari itu.

Dia tidak hanya mengejar kasus-kasus kriminal biasa atau kejahatan lokal, Holmes juga mengejar kasus-kasus kriminal International bahkan kasus-kasus yang menyakut keamanan negara.

Dan dari kisah-kisahnya, kita tahu bahwa Holmes adalah fondasi bagi fiksi Espionage dan Spy Thriller di dunia. Ok, langsung saja, di bawah ini adalah kasus-kasus Sherlock yang berhubungan dengan dunia intelijen dan spionase.


1. Bruce Partington Plans

Ini masuk di urutan kedua dalam list Sherlock Holmes favorit saya.

Di akhir tahun 1895 Sherlock Holmes mendapat tugas dari kakaknya yaitu Mycroft (yang merupakan kepala Intelijen Inggris) untuk menemukan pelaku pembunuhan seorang pria bernama Cadogan West. Pria malang ini ditemukan tewas di jalur kereta bawah tanah London dengan sangat misterius, karena tidak ada jejak pelaku pembunuhan ataupun tidak kekerasan lainnya.

Belakangan, Holmes menemukan bahwa Cadogan West adalah agen rahasia yang memegang dokumen 'Bruce Partington Plans' yang merupakan dokumen rahasia tentang projek kapal selam milik kerajaan Inggris. Keadaan menjadi lebih rumit karena ini bukan kriminal biasa, melainkan masuk ke ranah spionase yang melibatkan dokumen negara dan agen rahasia dari luar negeri. 


2. Scandal in Bohemia

Inilah cerpen Holmes yang menjadi debut bagi mata-mata wanita legendaris Nona Irine Adler. Cerpen ini adalah favorit saya setelah Bruce Partington.

Banyak orang yang salah kaprah tentang Irine Adler, terutama Hollywood. Mereka menjadi Sherlock sebagai detektif dan Irine sebagai pencuri, padahal bukan. Di versi aslinya Irine adalah seorang artis (penyanyi) sekaligus selebritis yang sangat cerdas. Dan kecantikan serta kecerdasannya mempesona seorang bangsawan pewaris tahta dari kerajaan Bohemia.

Sialnya, hubungan mereka berakhir dan Sang Pangeran menjadi Raja dari Bohemian. Masalahnya Sang Raja sudah bertunangan dan akan segera menikah, dia tidak ingin masa lalunya dengan Irine mengancam tahta-nya, karena itu dia ingin menghilangkan segala bukti kalau dia dan Irine pernah bersama. Si Raja menyewa jasa Holmes untuk menemukan foto yang menjadi bukti bahwa Sang Raja pernah dekat dengan Irine.

Ternyata pencarian foto itu lebih sulit daripada yang Holmes dan Watson bayangkan, bahkan untuk pertama kalinya Holmes gagal memecahkan sebuah kasus. Di sini Holmes mengakui bahwa pesona Sang Wanita mempengaruhi cara dia melakukan deduksi.


3. Greek Interpreter

Di sini untuk pertama kalinya M aka Mycroft muncul.

Jauh sebelum George Smiley, jauh sebelum L Lawliet, ataupun Bruce Wayne bahkan Sang Detektif sendiri; Sherlock Holmes mengakui Mycroft sebagai World Greatest Detective. Dia adalah yang terbaik dari generasinya, karena itu pulalah dia menjadi pimpinan dari Badan Intelijen Inggris pada masanya. Banyak yang bilang bahwa dia yang pertama dan yang menciptakan gelar M bagi semua pimpinan The Circus.

Suatu ketika Sherlock bertemu dengan Mycroft di sebuah klub, sang kakak memberinya sebuah tugas yang katanya dia sendiri tidak mampu mengerjakannya, atau sebenarnya (dari sudut pandang saya) sebuah ujian tersendiri untuk Holmes. Ini tentang Mr. Melas seorang penerjemah bahasa Yunani yang diculik, dan di bawa ke sebuah rumah yang telah ditinggalkan. Di sana Mr. Melas diminta untuk menerjemahkan bahasa Yunani pada seorang asing yang kesulitan berbahasa Inggris, mereka memaksa orang asing itu untuk menandatangi sebuah surat perjanjian.

Permasalahnya, Melas tidak tahu dimana dia berada saat itu? Dan siapa serta apa keinginan sebenarnya dari para penculik tersebut?


4. Naval Treaty

Mirip dengan Bruce Partington Plan, ini juga tentang pencurian dokumen penting milik Kerajaan Inggris.

Meski mirip, tapi kasus ini memiliki dua perbedaan penting, jika Bruce Partington lebih ke kasus pembunuhan, ini lebih ke masalah pencurian tanpa tindak kekerasan. Jika Bruce Partington TKP-nya adalah jalur kereta bawah tanah, maka Naval Treaty bermain di sebuah perkantoran yang eksklusif.

Suatu ketika John Watson dan Sherlock dikunjungi oleh Percy Phelps, teman lama Watson. Phelps bercerita bahwa dia kehilangan dokumen di kantornya. Ceritanya cukup detail, bahkan seorang amatir pun bisa menciptakan konklusi atas apa yang terjadi. Waktupun berlalu dan Phelps lah yang justru dituduh oleh atasannya sebagai orang yang mencuri dokumen untuk kepentingannya sendiri. Di sini Holmes pun membantu untuk memulihkan nama baik Tuan Phelps.

Naval Treaty merupakan cerpen terpanjang dari koleksi Sherlock Holmes yaitu 12 ribu kata. Sayangnya, meski salah satu yang terbaik, ada banyak kritik tentang cerpen ini. Yaitu masalah judul, tidak ada kejelasan tentang apa sebenarnya Naval Treaty, apakah ini dokumen tentang projek angkatan laut Inggris atau bukan? Atau apakah tentang intelijen lain tidak ada kejelasan sama sekali, bahkan sampai kasusnya selesai. Dan kritik yang paling keras adalah masalah keamanan, untuk seorang pejabat tinggi yang berurusan dengan intelijen, harusnya Percy Phelps memiliki sistem keamanan tersendiri di kantornya, yang membuat tempat itu tidak bisa dimasuki oleh pihak luar yang tidak berkepentingan, sayangnya justru tidak ada.


5. Final Problem

Inilah klimaks dari seluruh cerita Sherlock Holmes. Ini pertarungan akhir antara Sherlock Holmes dan James Moriarty,

Anda pasti bertanya, kenapa kasus ini masuk dalam daftar saya? Tentu saja, karena ini bukan sekedar kejahatan lokal, ini sudah masuk tingkat International. Dalam 7ribu kata, mereka berpetualang dari London, Belgia, German, hingga berakhir di Switzerland.

Ok, singkat cerita, seperti yang anda tahu, Final Problem berkisah tentang Sherlock Holmes yang telah mendapatkan bukti-bukti kejahatan dari James Moriarty -sang raja kriminal London. Dan tentu saja Moriarty tidak tinggal diam, sang raja kriminal dengan sangat agresif memburu sang detektif; mulai dari aksi snifer hingga para tukang pukul bayaran yang mengisolasi seluruh ruas Baker Street. Tidak ada yang aman di London, dan Holmes memutuskan untuk pergi ke luar negeri. Bersama dengan Watson dia pergi ke Switzerland, dan hebatnya James Moriarty mengetahui posisi sang detektif. Perburuan terus terjadi hingga kisah dramatis mereka yang berakhir di Reichenbach Fall.

Satu hal yang membuat cerpen ini sangat istimewa adalah bagaimana Holmes mendefinisikan James Moriarty, seolah Moriarty adalah monster di atas segala monster. Moriarty adalah professor terkenal di bidang matematik, dia memiliki nama baik dan menguasai banyak organisasi, bukan hanya di Inggris tapi juga di berbagai negara di Eropa. Seolah dia mendefinisikan Moriarty berada di level yang berbeda dari Sherlock Holmes bahkan Mycroft.


6. Charles Augustus Milverton

Secara garis besar, kasus Augustus Milverton mirip dengan Scandal in Bohemia. Hanya saja, jika Scandal in Bohemia yang mengadukan masalah adalah pihak lelaki yaitu King of Bohemia, maka di kasus Milverton sang pelapor adalah wanita yaitu Lady Eva Blackwell.

Augustus Milverton adalah seorang pengusaha kaya raya dengan bisnis yang penuh skandal, atau tepatnya dia memang berbisnis skandal. Milverton memiliki tim intelijennya sendiri, dan dengan mudah dia bisa mengakses informasi dan gosip. Dia bahkan bisa menghadang surat-surat yang kontroversial, terutama surat tentang perselingkuhan dan percintaan yang terlarang diantara para pejabat tinggi dan bangsawan Inggris. Holmes menyebut bahwa Milverton adalah Raja-nya 'surat pemerasan' targetnya kebanyakan adalah para wanita kaya raya dengan masa lalu yang tidak ingin diumbar ke khalayak.

Dan dalam kisah ini Lady Eva meminta Holmes untuk menemukan surat-surat skandal masa lalunya yang dipegang oleh Milverton. Tim Holmes dan Watson pun menjadi ninja dan pergi ke rumah sang raja pemerasan. Di sana mereka dihadapkan dengan peristiwa mengejutkan bahwa ada orang lain di sana yang mengincar Milverton, dan terjadi pembunuhan yang tak terelakan di depan mata Holmes. Keesokannya, Inspektur Lastrade meminta Holmes untuk menyelidiki masalah Milverton, namun sang detektif menolaknya.


7. His Last Bow

Inilah cerpen Holmes yang paling terkenal di bidang Intelijen dan Spionase

Orang-orang bahkan menyebutnya sebagai fondasi bagi British Fiction Inteligence and Espionage; mulai dari James Bond (Ian Fleming), George Smiley (John LeCarre), Hercule Poirot dan Superintendent Battle (Agatha Christie), dan sebagainya. Semua terinspirasi dari cerpen ini. His Last Bow juga merupakan cerpen penutup dari semua kisah Sherlock Holmes.

Last Bow bercerita tentang Holmes yang sudah pesiun dari pekerjaannya di Baker Street dan memilih menjadi peternak lebah di pinggiran kota Sussex, dan pemerintah Inggris dengan sangat memaksa memanggil kembali Holmes untuk sebuah tugas terakhir. Dia harus menjadi seorang mata-mata. Kasus pun berlanjut hingga 2 tahun, dia menyamar menjadi Altamont seorang agen rahasia berdarah Irish-America yang bekerja sebagai sumber intelijen Inggris bagi agen rahasia Jerman Von Bork.

Kisah pun bergulir seperti Tinker Tailor Soldier and Spy, Holmes menjadi agen ganda yang menjual informasi rahasia kepada mata-mata Jerman, namun informasi-informasi rahasia yang penting itu sebenarnya hanyalah umpan, agar Von Bork percaya padanya dan berbagi rahasia tentang lingkaran intel Jerman yang ada di Inggris. Holmes pun mendapat nama-nama mereka dan langsung melakukan eksekusi. Terakhir Holmes sampai pada informasi rahasia mengenai signal kapal laut milik armada pasukan Inggris yang sudah dipegang oleh Von Bork, dia hanya perlu pergi ke Belanda lalu ke Jerman, dan di negara asalnya dia akan dianggap sebagai pahlawan. Namun secara mengejutkan Holmes menggagalkannya dengan membongkar kedok Von Bork sebelum dia berangkat ke Belanda, dan eksekusipun sukses dilakukan.

Yang saya suka dari sini adalah ide tentang kontra-intelijen dan teknis spionase yang ditulis secara ringkas dan sederhana dalam lingkup 6ribu kata. Pastinya, ini adalah hal yang sulit dibuat oleh penulis se-zamannya. Meski begitu cerpen ini banyak dikritik karena banyak kesalahan strategi, eksekusi, dan aksi spionasenya.


8. Second Stain

Inilah yang berada di urutan nomor 1 favorit saya, Second Stain. Dari membaca judulnya saja, saya tahu ini bakal jadi cerita yang menarik, dan membaca ceritanya saya menemukan kekhasan Sang Detektif

Selama sebelas tahun Sir Arthur Conan Doyle menyimpan Second Stain, dia bahkan berencana untuk tidak mengeluarkannya ke publik, sejak tamatnya Sherlock Holmes di kasus Reichenbach Fall. Namun karena tuntutan masyarakat dan editor dia kembali memunculkan menulis tentang sang detektif di kumcer Return of Sherlock dan memasukkan Second Stain di dalam draftnya.

Bisa dibilang ini adalah kasus  paling original dari semua kasus spionase dan kriminal yang dikerjakan oleh Sherlock Holmes.

Baik itu Bruce Partington Plans, Augustus Milverton, His Last Bow, Greek Interpreter, Naval Treaty, semuanya merupakan turunan dari ide ini Second Stain.  Atau lebih tepatnya semua teknikal yang sudah ada di kasus-kasus Holmes sebelumnya seperti; pengancaman, pencurian, manipulasi, masalah agen rahasia, misteri pembunuhan, masalah negara dan hubungan international, serta skandal sepasang suami-istri, semua menyatu di sini.

Cerita dimulai di Baker Street di tahun yang tidak disebutkan oleh Watson. Suatu pagi dengan sangat mengejutkan muncul Perdana Menteri Lord Bellinger dan Menteri Luar Negeri Trelawney Hope di muka pintu Sherlock Holmes. Mereka membawa kasus yang Grande tentang sebuah dokumen penting rahasia negara yang hilang dari ruang kerja Menteri Luar Negeri. Tidak ada saksi mata dan tidak jejak siapa pelaku pencuriannya, dan mereka meminta sang detektif terkenal untuk menemukan dokumen yang hilang tersebut. Setelah sang Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri meninggalkan Baker 221B, muncul wanita cantik bernama Lady Hilda di depan kantor Holmes, sang wanita cantik mengaku sebagai istri Menteri Luar Negeri, dia meminta bantuan Holmes untuk bercerita mengenai apa isi dokumen yang di cari oleh suaminya, namun Holmes tidak bisa menjelaskan karena sang klien tidak bercerita detail. Selain Irine Adler dan Violet Hunter, Lady Hilda adalah karakter perempuan yang menurut saya paling mencolok di serial Holmes. Hilda adalah wanita yang sangat cantik, misterius, pemberani, dan juga sangat cerdas. Lady Hilda nyaris mengguncang Holmes seperti halnya Irine Adler pernah membuatnya jatuh cinta.

Tapi satu kasus belum mereka kerjakan, kasus lain sudah muncul yaitu tewas seorang agen rahasia bernama Eduardo Lucas, yang belakangan diketahui sebagai agen ganda yang pernah bekerja untuk Prancis dan Jerman. Masalahnya menjadi makin rumit setelah orang-orang Interpol menemukan seorang wanita Prancis yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Eduardo yaitu Madame Henri Fournaye, selanjutnya cerita bergulir ke penyelidikan yang nggak kalah rumit dengan film Mission Impossible.

.  .  .


Nb:  Jika anda membaca Holmes, saran saya baca versi bahasa Inggrisnya, jauh lebih greget ! Hihihihi...

No comments:

Post a Comment