Wednesday, March 19, 2014

Jika Sherlock Holmes dibuat di Indonesia ( I )

By Ftrohx


Rasanya saya tahu, apa yang mesti saya tulis jika Sherlock Holmes dibuat dengan setting kota Jakarta.

Kita semua tahu, sudah banyak banget versi film, sinetron, serial drama, sampai FTV, kartun dan video games tentang Sherlock Holmes. Holmes menginspirasi banyak orang, dia menjadi legenda, dan banyak orang ingin menjadi seperti dia (saya juga salah satunya).


Dari yang saya khayalkan sang detektif adalah orang yang bebas. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau dan ketika dia melakukan sebuah pekerjaan, dia terlihat sangat keren, karena orang lain tidak dapat melakukan apa yang dia lakukan.

Saat ini ada tiga film Holmes yang terkenal yaitu Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.), Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch), dan Sherlock Holmes (Elementary). Robert Downey Jr. membawa cerita Holmes kembali ke London masa lalu, sedangkan Benedict Cumberbatch adalah versi drama dari Holmes di dunia modern, dan Elementary adalah Holmes dengan setting kota Los Angeles.

Sesungguhnya, detektif di luar itu bukan hanya Holmes. Tiap kota-kota besar di seluruh dunia juga punya detektif hebat mereka sendiri. Contoh saja Tokyo punya serial TV detektif Galileo karya Keigo Higashino (13th President of Japanese Mystery Writer). Tapi kenapa tidak dengan Indonesia? Itu pertanyaannya, kita butuh sebuah ikon.

Ok, bagaimana jika detektif itu dibuat dengan nama Holmes juga sebagai pembuka jalan? Iya, kita bisa lihat Holmes dibuat versi Los Angeles kenapa tidak dibuat versi Jakarta? Kan sama saja?. 

Tanpa berbasa-basi, saya punya beberapa ide tentang Sherlock Holmes versi Jakarta. Sebelumnya saya mesti menjabarkan unsur-unsur penting dalam cerita Holmes:

- Kemampuan deduksi - Style dan Karakter sang detektif - Markas Holmes atau Baker street - Sidekick (selain Watson mungkin) - Kasus kriminal (tentu saja) - Karakter pendukung (Inspektur Lestrade, Mrs Hudson, Irine Adler, dsb.) - Karakter penjahat.

Inilah penjabarannya:

1. Kemampuan Deduksi.
Holmes memang pintar tapi dia tidak menguasai segalanya. Dia hanya menguasai hal-hal yang perlu dia kuasai dalam penyelidikan; Ilmu Psikologi, dasar-dasar penelitian, statistik, forensik dasar, matematik diskrit, dan kemampuan masalah mekanik. Sisanya adalah masalah nyali. Itu saja cukup untuk menjadikan dia detektif.

2. Style dan Karakter sang detektif.
Benedict Cumberbatch membuat Holmes jadi cowok ganteng yang cool dan sombong. Jadi mirip karakter cowok dari Boy Before Flower menurut saya. Nggak, Sherlock Holmes asli nggak seperti itu. Saya lebih suka yang asik kayak Robert Downey Jr. Tapi nggak setua dia juga. Kalau karakter anak muda gw pengen Holmes ini kayak Boy William atau Ricky Harun. Karakter yang easy going dengan wajah yang standar.

3. Markas Holmes
Nah ini kalau di Jakarta daerah mana yang cocok dijadikan setting Baker Street. Saya punya dua pilihan untuk ini, pertama daerah Kota Tua di sekitaran Jakarta Utara. Lokasi itu vintage, khas jika seorang detektif klasik buka kantor di situ. Pilihan kedua di daerah Sabang (Jakarta Pusat) belakang Sarinah. Nah, lokasi itu strategis dekat dengan pusat-pusat Bisnis dan mudah di akses keberbagai tempat dengan Busway. Daerah JakPus bisa membuat Holmes menjadi karakter yang modern seperti di BBC One itu.

4. Sidekick
Saya bosan melihat Holmes dengan Watson. Apalagi Waston di BBC One, nggak banget. Itu namanya bukan sidekick, sidekick itu membantu bukan nyusahin. Ok, jadi bagaimana jika Holmes tanpa Watson. Holmes harus mencari sidekick yang lain, yang lebih masuk akal dan mencatat banyak hal untuk Holmes. Rasanya lebih cocok jika ada seorang cewek yang menemani Holmes, yang menjadi sektarisnya?

5. Kasus kriminal
Jakarta ntuh lumbungnya kasus kriminal. Mau kasus kriminal apa aja pasti ada, dari kasus kriminal kecil sampai yang paling besar hingga yang ekstrim dan aneh sekalipun ada di sini. Tapi karena saya ingin Holmes di tonton banyak orang mending, kasus kriminal umum aja. Pembunuhan di ruang terkunci, kasus penculikan, kasus berlian yang hilang, perampokan, dan lain sebagainya. Nggak usah yang besar-besar, biarin KPK yang menangani.

6. Karakter pendukung
Inspektur Polisi Satu Lestrade adalah penyelidik kepolisian dari Polda Metro Jaya, dia mungkin orang Batak. Lalu ada Molly si dokter muda yang bekerja di RSCM, dia berencana mengambil spesialis forensik tahun ini. Mrs. Hudson adalah Ibu kosannya Sherlock, yang berlogat Jawa Tengah. Irine Adler adalah seorang DJ sexy yang biasa main di klub besar di Jakarta. Tentu saja Irine punya banyak kenalan orang dunia hitam. Banyak lagi karakter pendukungnya... bakal panjang kalau saya tulis di sini.

7. Karakter penjahat
Kalau di BBC One, James Moriarty si penjahatnya adalah konsultan kriminal, dengan usia yang tidak beda jauh. Hm, rasanya kurang greget dah? Gimana kalau Moriarty adalah mantan dosen pembimbing Sherlock Holmes di kampus? Dosen killer yang sudah membuat hidup Holmes susah, hingga terpaksa dia bekerja sebagai detektif swasta. Atau mungkin dia adalah seorang dosen muda yang tampan seperti Reza Rahardian saat jadi Habibie muda, hahaha.

Iya segini aja dulu, nanti saya lanjutin, hahaha.

.  .  .

No comments:

Post a Comment