Tuesday, September 6, 2011

GENIUS Manga-ka

GENIUS Manga-ka

by Ftroh




“Beberapa orang penulis memang terlahir genius dari sana nya !” sebuah kata yang di ucapkan Mashiro Morita kepada Akito Shoujin. Kata itu juga sebenarnya berasal dari Tsugumi Ohba sang penulis Death Note yang melihat dan mengalami sendiri dunia literature secara langsung. Saya sendiri percaya bahwa Ohba adalah seorang genius tapi genius aja tidak cukup harus lebih dari genius untuk dapat bertahan dan terus mendunia. Konsep tentang Death Note memang bagus tapi hanya pada awalnya saja. Ohba sendiri sadar cerita nya memiliki banyak kelemahan begitu juga dengan karakter-karakter yang dia ciptakan. Walaupun beberapa tokoh utamanya dia beri label Genius bukan berarti karakter nya genius dalam arti yang sebenarnya. Pendapat saya sendiri bahwa karakter yang Ohba ciptakan melampaui kemampuan berpikir nya dirinya sendiri sehingga karakter jauh melampaui dirinya sementara cerita nya sudah mentok di situ-situ aja.



Ada beberapa penulis yang berhasil membuat cerita bagus tetapi dengan karakter yang pas-pas’an. Ada juga penulis yang berhasil menciptakan karakter yang bagus tetapi sebaliknya dengan cerita yang pas-pas’an. Jeleknya yang sering saya temui dari penulis Indonesia adalah sang narrator menjelaskan tentang karakter / atau menyebut karakter A atau B sebagai karakter genius tanpa memberikan masalah genius yang mesti mereka hadapi. Karena bagi saya karakter genius adalah karakter yang berhasil menyelesaikan masalah yang superrumt alias masalah yang genius. Jika ada seorang penulis yang bisa menciptakan kedua nya (karakter dan cerita yang bagus). Beberapa orang di sebut Ohba sebagai penulis yang Genius dalam karya nya yaitu; Akira Toriyama (Dragon Ball), Oda Echiro(One Piece), Kishi Masashi(Naruto), dan Tite Kubo (Bleach).



Akira Toriyama dan Oda Echiro mereka memang terbaik di zaman nya. Tapi di sini saya akan sedikit membahas dua nama Masashi Kishimoto dan Tite Kubo. Sebelumnya saya ingin menjelaskan dulu apa itu standar seorang penulis genius. Dari sudut pandang saya seorang penulis Genius untuk novel biasanya telah menyelesaikan Trilogi atau Tetralogi, novel pertama dari Trilogi atau Tetraloginya biasanya bestseller, tersusun dari minimal 100ribu kata. 400-600halaman. Sang penulis biasanya mengatakan kepada sang editor bahwa dia menyelesaikan novel tersebut kurang dari 10bulan. Sementara Genius untuk serial komik (Shounen terutama) minimal 12volume ; dengan satu volume biasanya terdiri dari 6 sampai 10 chapter (bisa juga lebih). Mungkin genius untuk standarnya Ohba berbeda minimal sang penulis sudah menghasilkan 40volume dan masih terus berlanjut.



Kenapa Masashi Kishimoto di sebut Genius oleh Ohba, pertama jelas komiknya Naruto sudah lebih dari 40volume saat ini sedang mendekati volume ke-60. Ya melampaui sang legenda sebelumnya yaitu Akira Toriyama di mana Dragon Ball versi komik nya tamat pada volume ke-42. Itu hanya secara kuantitas saja sementara untuk kualitas cerita agak sedikit detail akan saya jelaskan di bawah.



Sebenarnya saya nggak ingin menggunakan perbandingan antara Komik karya Kishi-sensei dengan yang lain. Singkat saja saya fokuskan pada karakter dan cerita. Untuk Karakter dalam komik Naruto ini. Beberapa yang layak menurut saya diberi nilai A+ , bukan hanya karena teknik penggambaran karakter nya tetapi juga sifat dan kekuataan unik dari karakter nya. Saya kembali melihat kebelakang beberapa volume awal dari Naruto. Karakter-karakter yang pertama muncul Kakashi Hatake, Uzumaki Naruto, Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno. Karakter-karakter ini biasa saja menurut saya (pada awal kemunculan nya.) Yang membuat karakter-karakter ini hebat bukan cerita narrator tentang mereka yang hebat. Tapi pembuktian bahwa karakter-karakter itu layak sebagai karakter hebat melalui ujian-ujian / konflik yang semakin rumit dari sang penulis dan mereka lolos dari segala kerumitan tersebut hingga layak menjadi karakter yang benar-benar hebat. Kakashi Hatake, Uzumaki Naruto, Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno menjadi semacam pusat / konstelasi dalam Karya Kishi-sensei ini.



Tingkat kerumitan dari cerita, Yang unik di sini adalah algoritma ninjustu yang di ciptakan sendiri oleh Masashi Kishimoto dengan memanfaatkan 5element fengshui jepang. Kishi menciptakan jutsu-jutsu dengan nama-nama yang keren dan brilliant menurut saya. Terutama untuk clan Uchiha yang menjadi rival bagi Senju. Jurus-jurus yang menggunakan nama legenda-legenda asli Jepang seperti Amaterasu, Tsukoyoumi, Izanagi, Susanou sampai Amatsukami. Juga tentang Jiraya, Tsunade dan Orochi. Rasengan dan Chidori juga termasuk jurus yang layak mendapat nilai A+ menurut saya. Nggak kepikiran oleh penulis lain tentang jurus seperti itu ada beberapa anime lain yang mirip dengan Naruto sebelumnya seperti teknik dari Ninku yang mirip dengan Rasengan sayangnya masih banyak celah kosong dari Ninku yang kemudian diadaptasi oleh Kishi dengan cara yang lebih baik. Begitu juga dengan Chidori yang mirip dengan teknik petir nya Keluarga Kilua Zoudik di HunterX Hunter sayangnya Kilua nggak se’spesifik Hatake Kakashi dalam mengeksekusi element petir. Kembali di sini Masashi berhasil mengupgrade karya-karya sebelumnya menjadi legendanya sendiri. Dengan motto nya “Legend from the past are always exaggerated but eventually someone outdoes them… that’s when new legend are born !”



Bukan hanya berputar di sekitar jurus-jurus Ninja. Naruto juga memiliki kerumitan tersendiri pada konflik dan rahasia-rahasia tersembunyi alternative ending yang tak pernah terduga oleh pembaca dalam tiap chapter nya. Ini yang membuat nya menjadi sangat kuat. Juga Idealisme Kishi yang pure menggunakan legenda.mitos, budaya serta bahasa jepang asli untuk nama-nama serta cerita komiknya benar-benar luarbiasa menurut saya. Nggak ada yang pure jepang asli dalam cerita komik ngHIT sebelumnya kecuali hanya beberapa saja seperti Rurouni Kenshin menurut saya.



Satu hal lagi yang unik dari Naruto di banding penulis komik shounen sebelumnya adalah konsistensi antagonis. Beda dengan pendahulu nya seperti Rurouni Kenshin, Saint Seiya, juga Dragon Ball di mana selalu muncul musuh baru yang lebih kuat padahal jalan ceritanya sama sekali nggak berubah. Karakter Antagonis di komik Naruto menurut saya yang sama crucial nya dengan karakter protagonist. Biasa tipe Main Antagonist seperti ini muncul pada karya-karya Novel bestseller barat di mana sang penjahat utama tidak mati dalam satu novel. Begitu juga di Naruto, sang Penjahat utama bernama Tobi alias Madara Uchiha merupakan karakter misterius yang tidak terungkap apalagi terkalahkan dalam puluhan volume komik Naruto. Karakter-karakter antagonis seperti ini begitu berkelas menurut saya sama seperti Sauron dari Trilogi Lord of The Ring karya JRL Tolkien ataupun Voldemort dalam serial Harry Potter yang tidak mati hanya dalam satu novel. Jika pendahulunya bermain di plot dengan Pola/cerita yang sama (seperti sinetron) hanya

musuh yang berbeda. Sebaliknya Naruto, bermain dengan musuh yang sama tapi dengan cerita yang lebih upgrade.



Dari sini karakter genius memang layak di sebut Genius. Apalagi sang penulis dengan karya nya jelas merefleksikan sampai di mana tingkat kecerdasaan yang di miliki oleh sang penulis. Beberapa karakter yang terekspose genius/ secara intelegensia sejak awal diantara Shikamaru Nara, Kabuto Yakushi, Sasuke Uchiha, Itachi Uchiha, Kakashi Hatake, Uzumaki Naruto, Shabaku Gaara, dan masih banyak lagi yang lain nya. Tapi beberapa nama yang saya sebut tadi memang eksis secara intelegensia. Kemampuan pertarungan mereka yang rumit serta senjata rahasia jurus-jurus rahasia yang penuh kejutan dalam pertarungan nya. Beberapa dari mereka terlahir bukan hanya untuk pertarungan dengan jurus tetapi pertarungan dengan mengandalkan hipotesis, analisis, serta pertarungan mental. Sudah seharusnya menurut saya komik ini di tujukan bagi orang dewasa. Singkat untuk beberapa karakter paling intelek di komik ini pertama Shabaku Gaara mantan Jinchuriki yang sekarang menjadi commander general aliansi Shinobi, Gaara yang sekarang bukan se

orang bocah sadis yang memanfaatkan Bijuu yang ada dalam dirinya. Gaara sekarang adalah monsters karena kemampuan berpikir dan berOrasi. Dia adalah Jenderal termuda sekaligus paling berbakat sebagai pemimpin dari Sunagakure. Shikamaru Nara juga termasuk karakter genius sang ahli strategi yang hoby bermain Shogi (catur jepang) di sini Sang penulis menunjukan bahwa dia menguasai banyak bidang dengan menggunakan Shikamaru sebagai objeknya.

No comments:

Post a Comment