Tuesday, September 6, 2011

LIE TO ME

LIE TO ME

sebuah sinopsis singkat

by Ftroh





Kemarin malam iseng nonton Bchannel pengen nya sih liat serial CSI yang ternyata nggak tayang malam itu. Ada serial tv lain yang menggantikannya judul nya “Lie to Me”. Pemeran utamanya sih nggak ada tampang ganteng, aneh iya istilah adik gw mungkin seperti orang autis. Dia punya pandangan mata yang sangat aneh ke semua orang seolah dia tidak memiliki rasa seperti manusia normal. Dia bernama Dr. Lightman. Dia adalah Human Lie detector ahli kinesics ahli dalam membaca kebohongan seseorang hanya dari melihat micro expression dari sang target.



Singkat cerita pada episode itu. Dr. Lightman dan Team nya di tugaskan untuk mencegah tindak kekerasan yang akan terjadi di acara pernikahan anak dari Dubes Korea Selatan untuk Amerika. Dr. Lightman dan Tim nya bekerjasama dengan FBI dan USsecret service untuk mengamankan situasi tersebut mendeteksi adanya orang-orang yang mungkin akan melakukan tindakan yang membahayakan public di sana.



Acara pernikahannya sendiri telah selesai seminggu sebelumnya jadi di gedung ini sang Dubes mengadakan acara pesta resepsi pernikahannya. Pada tengah acara secara tiba-tiba seseorang dengan niat buruk yang datang pada acara tersebut berhasil di deteksi oleh Dr. Lightman. Seorang lelaki melangkah dengan terlihat emosional penuh kemarahan yang tertutupi di wajahnya lurus ingin menyerang sang dubes. Dr. Lightman langsung menugaskan Secret service yang berada di ruang auditorium untuk langsung menangkap sang lelaki. Di saat yang bersamaan dengan sang lelaki mencurigakan tersebut tertangkap tiba-tiba terdengar suara tembakan. Pengantin pria (anak dari sang Dubes) tertembak di tempat pelaminan nya.



Setelah penangkapan lelaki mencurigakan. Dr. Lightman menemukan fakta lain bahwa bukan lelaki tersebut pelaku nya. Ada oranglain di dalam ruangan diantara para tamu undangan yang sebenarnya adalah pelaku penembakan. Kemudian sang ahli kinesik ini menjelaskan tentang perbedaan ekspresi wajah manusia. Mirco expression wajah dengan mengambil contoh dari photo-photo para politisi terkenal Amerika di atas podium dari Menteri pertahanan anggota dewan sampai President Amerika Barrack Obama sendiri di jadikan contoh untuk menemukan fakta/pembanding dari micro expression. Dr. Lightman menjelaskan tentang ekspresi wajah senang bangga benci sombong angkuh jijik sampai kemarahan yang tersembunyi dari photo-photo tersebut kepada sang Dubes.



Dr Lightman menjelaskan bahwa lelaki mencurigakan tersebut memiliki dendam tapi bukan secara personal kepada sang Dubes melainkan secara general ke pemerintah Korea. Tujuan dari sang lelaki untuk bukan untuk membunuh tetapi untuk membakar dirinya sendiri di tengah ruangan auditorium.



Sambil menjelaskan deduksinya kepada sang Dubes. Lightman justru sedang menganalisis micro expression pengawal sang dubes. Lightman menemukan fakta bahwa sang pengawal bukanlah sekedar pengawal melainkan merupakan anak tersembunyi dari sang Dubes. Sang pengawal menunjukan ekpresi wajah jijik/benci ketika disebutkan nama sang mempelai pria. Dari sini Lightman curiga bahwa pengawal tersebut yang menembak sang mempelai.



Di sisi lain Dr. Lightman melihat video acara pernikahan sebelumnya. Terlihat seorang sahabat dari mempelai pria mengaruk hidung. Tapi itu bukan sekedar menggaruk hidung. Dr. Lightman dan Tim nya lebih suka menyebut nya dengan gesture emblem yaitu gerak tubuh seseorang yang tidak di sadari atau tercipta dari tindakan alam bawah sadar seseorang yang menunjukan bahwa dia menyimpan suatu rahasia dalam perbuataannya. Adegan ini adalah bagian favorit gw karena Lightman menggunakan pembanding ekspresi tersebut dengan video saat Barack Obama sedang kampanye dan menyebut nama Joe Bayden rivalnya dari partai Republik. Setelah video tersebut sebaliknya ditunjukan pula video Joe Bayden yang sedang kampanye dan menyebut nama Barack Obama. Terlihat micro expression di mana mereka mengaruk hidungnya dengan jari tengah. Yang berarti bukan sekedar mengaruk hidung tetapi menunjukan perlawanan atau rivalitas dari kedua nya.



Dr. Lightman kemudian menginterogasi teman dari sang mempelai tetapi tidak di temukan ekspresi yang tepat bahwa orang tersebut adalah pelakunya.



Lightman sekali lagi kembali menganalisis berbagai gambar dari video pernikahan tersebut. Dia menemukan bahwa sang mempelai wanita ternyata berbohong saat mengucap janji pernikahan terlihat dari gerak bahu dan ekpresi ragu di saat menyebut nama nya.Kemudian Lightman menginterogasi sang mempelai wanita dan ternyata benar sang wanita berbohong dengan nama nya. Dia beralasan mengganti nama nya untuk melupakan masalalu nya yang kelam, wanita tersebut juga bercerita bahwa dulunya dia pernah menikah dengan seseorang dan karena diikuti oleh rasa malu maka dia menggunakan nama berbeda saat pernikahan nya yang baru ini.



Sang ahli kinesics membuat hipotesis bahwa sang pelaku adalah mantan suami dari mempelai wanita yang cemburu. Asisten bertanya kenapa sang pria yang justru menjadi korban. Dr. Lightman menjawab karena sang pelaku begitu buta mencintai mantan istrinya sehingga tidak mampu untuk menyakiti sang mantan tersebut.



Dari semua video acara pernikahan yang telah di lihat tidak Nampak adanya seseorang yang di curigai sebagai mantan suami dari sang mempelai wanita. Namun Dr. Lightman tidak menyerah begitu saja. Dia melakukan deduksi bagaimana sebuah senapan atau pistol dapat masuk ke ruang auditorium yang di jaga ketat oleh secret service. Kecuali para bodyguard tidak ada yang membawa senjata. Tapi setelah diselidiki/diinterogasi sendiri secara langsung setiap anggota bodyguard yang membawa senapan Dr. Lightman menemukan ternyata bukan mereka pelakunya. Pertanyaan muncul lalu siapa yang tidak terdeteksi dalam ruanglingkup penyelidikannya sejak siang tadi?



Jawabannya adalah para photographer dan cameraman yang berada dalam ruangan. Dr. Lightman mengumpulkan mereka semua dan memberi pertanyaan yang memancing amarah sang mantan suami dari mempelai wanita dan nggak sampai hitungan menit berbicara Dr. Lightman telah melihat ekspresi kemarahan dan rasa dendam yang terpancar dari salah seorang photographer pernikahan tersebut. Dia lah pelakunya yang membawa senapan yang berbentuk kamera potret lalu menembakan peluru kearah mempelai pria.

No comments:

Post a Comment